Kamis, 19 Maret 2015

Materi Debat tentang Tenaga Kerja Asing Wajib Berbahasa Indonesia


Pekerja Asing di indonesia wajib berbahasa indonesia - Orang asing yang akan bekerja di Indonesia harus mempunyai kemampuan berbahasa Indonesia. Terlebih dahulu, mereka harus mengikuti Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia yang diselenggarakan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional.

“Ya ini semacam Toefl dalam bahasa Inggris,” kata Kepala Bidang Pembinaan Bahasa Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional Mustakim di sela-sela Simposium Internasional Perencanaan Bahasa di Jakarta, Selasa (2/11/2010).

Menurut Mustakim ketentuan itu sesuai dengan Undang Undang Nomor 24 Tahun 2009. Undang-undang ini mewajibkan orang asing yang akan bekerja di Indonesia atau yang akan mengikuti studi di Indonesia atau yang akan menjadi warga negara Indonesia itu harus mempunyai kemampuan berbahasa Indonesia.

“Sekarang kan undang-undangnya sudah ada hanya menunggu Perpres. Perpres masih akan dibahas di tingkat departemen antar kementeriaan,” jelasnya.

Negara lain, lanjutnya juga memberlakukan aturan ini, bahwa orang asing yang bekerja juga harus mempunyai kemampuan berbahasa di negara tujuan.

“Kita kalau belajar atau bekerja keluar negeri kan diwajibkan mempunyai kemampuan berbahasa asing,” ujarnya.

Meski demikian, menurut Mustakim persyaratan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik harus dimiliki bagi pekerja asing yang akan bekerja, seperti menjadi wartawan ataupun dokter.

“Untuk yang menjadi WNI mungkin syaratnya tidak terlalu berat, punya kemampuan untuk tingkat dasar saja untuk keperluan sehari-hari,” tandasnya.

“Sekarang ini sudah ada ratusan orang asing yang telah mengikuti Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia,” pungkasnya.

Mentri m hanif dhakiri 
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengatakan, pihaknya segera memgimplementasikan peraturan pemerintah terkait tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia diwajibkan menguasai Bahasa Indonesia.
"Kita harapkan bulan Februari revisi Pemenaker selesai dan uji kemampuan Bahasa Indonesia bisa segera diimplementasikan bagi para TKA (tenaga kerja asing) yang ingin bekerja di Indonesia," kata M Hanif Dhakiri di Kantor Kemnaker, Jakarta, Jumat (2/1).
Saat ini, draf revisi Permenakertrans No 12 Tahun 2013 Tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing sedang berada di Kementerian Hukum dan HAM untuk dilakukan harmonisasi dengan peraturan-peraturan lainnya.
Menaker mengatakan, rancangan revisi Permenaker itu terus dibahas secara intensif dengan melibatkan pihak internal Kemnaker dan instansi teknis terkait untuk memperketat arus masuk TKA ke Indonesia.
Sedangkan, materi uji kemampuan Bahasa Indonesia dibahas bersama oleh Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) Kemnaker dengan Lembaga Pengembangan Bahasa Universitas Indonesia yang akan ditetapkan berdasarkan level kemampuan Bahasa Indonesia dengan menggunakan skor tes TOIFL (Test of Indonesian as Foreign Language) .
Selain uji kemampuan Bahasa Indonesia, dalam rancangan revisi Permenaker itu para TKA juga harus memenuhi persyaratan lainnya yaitu mengunggah (upload) dokumen perizinan melalui sistem online. "Syarat lain yang harus dipenuhi para TKA itu adalah memiliki ijazah minimal diploma atau S1 yang diunggah oleh TKA serta menyertakan sertifikat uji kompetensi untuk masing-masing jabatan dan keterangan pengalaman kerja," kata Hanif.
Selain itu, para TKA pun harus bersedia membuat pernyataan untuk mengalihkan keahliannya ke Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pendamping berdasarkan nama, alamat, jabatan, dan kontrak kerja. Persyaratan tersebut dikecualikan bagi TKA dengan posisi direksi dan komisaris yang namanya tercantum dalam akte pendirian perusahaan yang disahkan oleh KemenkumHAM dan dikecualikan juga bagi TKA yang bekerja sebagai layanan purnajual (after sales service) dan jasa impresariat.
Sementara itu, untuk meningkatkan layanan proses perizinan TKA, Menaker mensyaratkan pendaftaran dilakukan secara online dan memangkas waktu layanan bagi pelayanan rekomendasi persetujuan kawat VISA kerja ke Imigrasi (TA-01) dari dua hari menjadi satu hari.
Sedangkan, untuk membenahi sistem penggunaan TKA dan meningkatkan daya saing pekerja Indonesia dalam menahan gempuran TKA yang masuk Indonesia, Menaker menyatakan akan memperketat pengawasan dan penegakan hukum sesuai aturan pengawasan ketenagakerjaan oleh Pengawas Ketenagakerjaan di tingkat pusat dan daerah, serta bekerja sama dengan pihak imigrasi, Kepolisian, dan intansi terkait lainya.
Berdasarkan data Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang diterbitkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan per Oktober tahun 2014, tercatat sebanyak 64.604 orang TKA bekerja di Indonesia, menurun dibandingkan tahun 2013 sebanyak 68.957 orang dan tahun 2012 sebanyak 72. 427 orang. TKA asal Tiongkok tetap mendominasi dengan jumlah mencapai 15.341 orang, Jepang (10.183), dan Korea Selatan (7.678), kemudian India (4.680), Malaysia (3.779), dan Amerika Serikat (2.497).
Dari kategori sektor pekerjaan, sebagian besar TKA di Indonesia bekerja di sektor jasa sebanyak 38. 540 orang, sektor industri sebanyak 23.482 orang, dan sisanya sektor pertanian sebanyak 2.582 orang.
From : Beritasatu.com

NASIONALSelasa, 2 November 2010 - 17:21 wib

Iman Rosidi - Trijaya

Facebook Twitter Google+
JAKARTA - Orang asing yang akan bekerja di Indonesia harus mempunyai kemampuan berbahasa Indonesia. Terlebih dahulu, mereka harus mengikuti Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia yang diselenggarakan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional.

"Ya ini semacam Toefl dalam bahasa Inggris," kata Kepala Bidang Pembinaan Bahasa Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional Mustakim di sela-sela Simposium Internasional Perencanaan Bahasa di Jakarta, Selasa (2/11/2010).

Menurut Mustakim ketentuan itu sesuai dengan Undang Undang Nomor 24 Tahun 2009. Undang-undang ini mewajibkan orang asing yang akan bekerja di Indonesia atau yang akan mengikuti studi di Indonesia atau yang akan menjadi warga negara Indonesia itu harus mempunyai kemampuan berbahasa Indonesia.
"Sekarang kan undang-undangnya sudah ada hanya menunggu Perpres. Perpres masih akan dibahas di tingkat departemen antar kementeriaan," jelasnya. 

Negara lain, lanjutnya juga memberlakukan aturan ini, bahwa orang asing yang bekerja juga harus mempunyai kemampuan berbahasa di negara tujuan.

"Kita kalau belajar atau bekerja keluar negeri kan diwajibkan mempunyai kemampuan berbahasa asing," ujarnya.

Meski demikian, menurut Mustakim persyaratan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik harus dimiliki bagi pekerja asing yang akan bekerja, seperti menjadi wartawan ataupun dokter.

"Untuk yang menjadi WNI mungkin syaratnya tidak terlalu berat, punya kemampuan untuk tingkat dasar saja untuk keperluan sehari-hari," tandasnya.

"Sekarang ini sudah ada ratusan orang asing yang telah mengikuti Ujian Kemahiran Berbahasa Indonesia," pungkasnya.  (hri)
News.okezone.com

Lirik lagu kita - reinaldodol

Kita

Berawal dari pertemuan yang tak terduga
Kita semua berkumpul bersama

* Kuingin kau mengingat masa masa ini
Kuyakin kita kan selalu bersama

Reff:
Walau waktu kan memisahkan
kita tetap sahabat, banyak canda dan tawa
Yang kita lewati bersama
Kenanglah masa masa ini, masa yang penuh kenangan bersama kita, kita selamanya

Dan akhirnya kini kumengerti, kawan 
Arti kisah kita
Disini ingin ku tuliskan sebuah
Cerita tentang kisah kita

Back to * , reff 2x

Sabtu, 14 Maret 2015

Makalah Gereja Sebagai Institusi Sosial


Gereja Sebagai Institusi Sosial



unduhan.jpg





Kompetensi Dasar:
Menjelaskan peran gereja sebagai institusi sosial dan persekutuan orang percaya di tengah tantangan kehidupan masa kini
Indikator:
1)      Mengidentifikasikan Definisi ’gereja’
2)     Mengidentifikasikan peran gereja sebagai institusi sosial
3)     Mengidentifikasikan peran gereja sebagai persekutuan orang percaya
4)     Mengkritisi peran gereja dalam kehidupan nyata
Referensi Alkitab:
Kitab Efesus, Ibr 10:24-25, I Kor 12, Rm 5
Uraian pelajaran
1. Definisi Gereja
Kata ’gereja’ dalam bahasa Indonesia mengacu kepada bahasa Portugis ’igreja’. Namun, istilah ’gereja’ dalam Alkitab, dalam bahasa aslinya (Yunani) menggunakan dua istilah yaitu ekklesia dan kuriakon.
Ekklesia artinya dipanggil keluar. Orang-orang yang pertama dipanggil keluar adalah murid-murid Yesus yang pertama (Mat 4:18-22). Dari sini kita mendapatkan pemahaman bahwa kata ’gereja’ mengacu kepada pribadi-pribadi, yaitu orang-orang sebagai pribadi ataupun kelompok yang bersekutu bersama-sama. Bahkan dimana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Yesus, di situ Dia ada (Mat 18:20). Istilah lain yang digunakan adalah ’jemaat’. Dari konsep ini gereja juga dipahami berfungsi sebagai organisme dan organisasi.
Ayat-ayat di Alkitab menunjukkan perbedaan antara Gereja lokal  dan Gereja Universal. Semua orang yang percaya di dalam Yesus untuk  keselamatan adalah bagian dari Gereja Universal. Tetapi hanya apabila mereka    bergabung di dalam sebuah tubuh lokal dari orang-orang beriman maka disebut sebagai gereja lokal.
Jemaat lokal yang terdiri dari orang-orang yang telah diselamatkan dan digembalakan oleh seorang Gembala adalah tubuh Tuhan. Juga disebut mempelai wanita dengan Kristus sebagai mempelai pria. Dalam perannya terhadap dunia ia disebut tiang penopang dan dasar kebenaran, yaitu tempat bagi manusia di dunia untuk mendapatkan kebenaran. Sekumpulan orang bisa disebut Jemaat Tuhan atau mempelai Kristus, atau tiang penopang dan dasar kebenaran, harus memenuhi dua syarat utama, yaitu; terdiri dari orang-orang yang telah lahir baru dengan keanggotaan yang jelas, dan digembalakan oleh seorang yang mengasihi Tuhan.
Contoh-contoh dari gereja lokal: Paulus menulis surat kepada Gereja-gereja    lokal (misalnya: Galatia) yang mempunyai pemimpin-pemimpin khusus (Rm 16:1,5).     Yesus juga berbicara pada perkumpulan-perkumpulan lokal, dan menunjukkan     kebutuhan-kebutuhan mereka yang khusus sebagai tubuh ( Why 2,3). Orang-orang beriman lokal ini berkumpul bersama-sama secara teratur (Ibr 10:25) untuk berdoa, mengajar dan bersekutu (Kis 2:42). Baru setelah itu mereka   akan benar-benar mengerti bagaimana untuk menjadi anggota yang benar dari  Gereja Universal yang terdiri dari orang-orang dari berbagai macam suku, bahasa  dan bangsa (Why 5:10).
Berikutnya, kata kuriakon mengacu pada tempat ibadah, gedung gereja tempat beribadah. Di tempat ini jemaat melakukan berbagai bentuk kegiatan dan persekutuan di antara orang percaya.
Sifat-sifat Gereja
·     Gereja adalah Esa
        Sebelum kita membahas topik berikut, diskusikanlah pertayaan berikut dengan teman semejamu. Pertanyaan: Menurut kalian apakah benar bahwa Gereja yang ada sekarang ini adalah satu, padahal realitas yang kita lihat  begitu banyak nama-nama gereja? Berikanlah alasan  Anda.
          Dalam Efesus 4:3-6 dikatakan “ dan berusahalah memelihara kesatuan roh oleh ikatan damai sejahtera : satu tubuh, dan satu roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah, dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua”. Rasul Paulus mengungkapkan hal ini. Ketika ia berbicara tentang “ kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda”. Dari apa yang telah disampaikan ini dapatlah dipahami bahwa konsep rasul Paulus tentang orang-orang percaya yang ada di Efesus 1:1 adalah satu
            Hal yang tidak dapat dipungkiri adalah bahwa yang terjadi sekarang ini begitu banyak nama-nama gereja yang bermunculan di dunia ini. Kalau demikian layakkah kita mengatakan bahwa Gereja adalah satu? Atau  dimana sebenarnya letak  kesatuan Gereja yang dimaksud? Letak  kesatuan gereja yang dimaksud adalah:  satu Allah   (Allah yang telah menyatakan dirinya sendiri kepada manusia dalam  kejadian 1:1 dan diyakini sebagai  pencipta langit dan bumi serta segala isinya)., Satu tubuh, sebagai anggota tubuh Kristus, di sinilah letak pengertian dasar Gereja yang   paling mendasar dan mendalam yang tidak dapat dilupakan oleh orang-orang Kristen  sepanjang masa dan di semua tempat, Satu panggilan ,Satu iman, Satu baptisan, Satu sumber kekuatan, Satu pengharapan dan kasih di dalam Kristus.



·      Gereja adalah Kudus

            Istilah “kudus” tentunya bukanlah sesuatu yang asing dalam Alkitab. Bahkan Alkitab berulangkali menyinggung istilah ini. Istilah ini biasanya dipergunakan, ditujukan bagi mereka-mereka yang telah percaya kepada Kristus Yesus,misalnya dapat kita baca dalam Efesus 1:1 “Dari  Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus”.  Juga dapat dibaca dalam Kolose 1:2 “Kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose”, bd juga Filipi 1:1, 1 Korintus 1:1-2 dan lain-lain. Dari beberapa ayat-ayat Perjanjian Baru tersebut, dapat kita ketahui bahwa kekudusan yang ditujukan kepada orang-orang percaya bukanlah sesuatu yang abstrak, melainkan suatu kenyataan yang telah terjadi dalam suatu perubahan yang radikal, yaitu perubahan dari hidup yang lama kepada hidup yang baru, yang dikerjakan oleh Kristus Yesus melalui karya penebusanNya di kayu salib (bd Efesus 4:22-24, Roma 8:2).
           Kata  “kudus” dalam bahasa aslinya (Ibrani: Qahal) berarti diasingkan, disendirikan. Dari pengertian ini bukan berarti Gereja harus diasingkan dari dunia ini ketempat dimana orang-orang yang tidak percaya tidak ada. Bukan bukan itu maksudnya. Namun diasingkan disini berarti Gereja, orang percaya harus diasingkan dari pola hidup, gaya hidup orang-orang yang tidak mengenal Tuhan. Gaya hidup orang percaya adalah gaya hidup yang sudah meninggalkan kehidupan yang lama, masuk dalam gaya hidup yang baru yakni hidup yang dipimpin oleh Tuhan. Oleh karena itu Alkitab senantiasa menekankan bahwa orang Kristen senantiasa dipanggil untuk menguduskan diri, untuk mengasingkan diri bagi Tuhan (bd  Ibrani 12:14; 1 Tesalonika 5:15.)

Sebagai tambahan, berikut dapat kita lihat sebagai dasar kekudusan gereja seperti tertera di bawah ini:

1.      Dasar pertama 1 Petrus 2:9-10: “ tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitahukan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi sekarang telah beroleh belas kasihan.

2.      Dasar kedua terdapat dalam  Pengakuan Iman Rasuli, seperti “Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus”. Allah menguduskan gerejaNya melalui percikan darah dan kematian Yesus Kristus pada kayu salib di bukit Golgota. Dengan pengorbanan Yesus Kristus inilah Dia menyempurnakan semua yang dilakukan bangsa-bangsa untuk pengampunan dan penghapusan dosa manusia. 
·         Gereja adalah Am

            Dalam Pengakuan Iman Rasuli disebutkan “Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am”. Kata yang diterjemahkan untuk “am” adalah “katholikos”  yang berarti umum, tidak terbatas, memiliki peranan yang luas, dan meliputi segala sesuatu.  Jika Gereja di sebut “am” hal itu berarti, bahwa Gereja menerobos segala batasan dan memiliki perspektif umum. Gereja yang umum artinya gereja yang terbuka bagi setiap orang atau golongan. Gereja terbuka bagi semua golongan,  umur, jenis kelamin, suku, bahasa dan bangsa, warna kulit, status sosial, tingkat pendidikan,dll. Gereja harus membumi dan mendunia untuk membawa kabar sukacita bagi semua bangsa (matius 28).

·         Gereja yang rasuli

            Sebutan  “rasul” dan “rasuli” mengandung pengertian yang berbeda ada yang mengatakan “rasul” menunjuk kepada ke-12 rasul sebagai murid-murid Tuhan Yesus. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa istilah ”rasuli” menunjuk kepada “Apostolos” (bahasa Yunani) yang berarti yang diutus, jadi gereja yang rasuli berarti gereja yang diutus untuk melaksanakan tugas dan pangilannya di dunia untuk membawa kabar baik.

2. Gereja sebagai institusi sosial 
Institusi sosial adalah perkumpulan yang dilembagakan oleh undang-undang, adat atau kebiasaan atau dapat juga desebut sebagai persekutua, perkumpulan, organisasi sosial yang berkenaan dengan mayarakat. Dalam hal ini gereja disebut sebagai lembaga atau institusi sosial. Namun sebagai institusi sosial, gereja berbeda dengan lembaga-lembaga lainnya, karena Gereja terbentuk oleh Allah yang memanggil, bukan sekedar adanya orang yang berkumpul karena adanya kepentingan bersama. Gereja mempunyai hakikat yang lain. Gereja berada di dalam dunia tetapi bukan berasal dari dunia (Yoh 17:11). John Stott mengatakan bahwa gereja mempunyai identitas ganda. Di satu pihak orang percaya dipanggil untuk keluar untuk menjadi milik Allah dan di lain pihak diutus kembali ke dalam dunia untuk menjadi saksi-Nya dan untuk melayani.
Gereja berada di dalam dunia karena Gereja dipanggil menjadi saksi Kristus di tengah dunia. Sebagai garam dan terang (Mat 5) mempunyai berbagai peranan baik secara individual maupun secara organisasi, dalam segala bidang untuk melayani masyarakat (pendidikan, kesehatan, politik, sosial, seni, dan lain-lain. Namun sayangnya gereja masa kini banyak yang sibuk berkutat hanya dalam gereja sendiri.
Pemuda Gereja terkesan alergi dan anti terhadap ormas, dikarenakan terlalu sempit memandang dan beranggapan : ormas itu negatif (berbau politik). Idealnya para Pemuda Gereja-lah diharapkan terjun aktif di dunia ke-ormasan untuk dapat menjadi garam dan terang di masyarakat, bangsa dan negara. Kodrat Pemuda adalah melakukan peran dan tanggung jawab dalam komitmennya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta sikap, komitmen, dan keberpihakan kepada masyarakat. Untuk itulah gelar yang diberikan dan yang disandang pemuda sebagai agen perubahan (Agent of Change) dan agen kontrol sosial (Agent of Social Control). Untuk menciptakan model pemuda yang dimaksud diatas maka ormas adalah sarana dan arena belajar, bereksperimen dan berlatih menjadi Agent of Change dan Agent of Social Control. Sehingga dengan demikian, sangat perlu  bagi para siswa yang adalah pemuda (gereja) untuk aktif dan mau terlibat untuk dibina di Organisasi-organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang ada termasuk organisasi-organisasi kepemudaan, organisasiorganisasi profesi, organisasi-organisasi fungsional merupakan wadah yang tepat untuk membangun kepeloporan dan kepemimpinan seperti yang diharapkan itu.
Sepanjang sejarah kita telah menyaksikan keteladanan anak-anak Tuhan yang terlibat aktif menjadi garam dan terang di tengah masyarakat seperti:
Daniel – terlibat dalam pemerintahan Babel (pemerintahan)
Daud – sebagai raja (pemimpin negara)
Yusuf – sebagai orang kepercayaan Firaun (pemerintahan)
Mother Theresa – bidang sosial
3. Peran Gereja sebagai Persekutuan Orang Percaya
Sebelum gereja bisa menjalankan peran sosial di tengah masyarakat, maka gereja perlu menjadi gereja yang bertumbuh terlebih dahulu. Kitab Efesus memberikan gambaran tentang gereja sebagai wadah untuk:
- Mengumpulkan dan menumbuhkan tubuh Kristus……. Ef 1:22-23
- Membangun sebuah tempat ibadah/bangunan …………. Ef 2:21-22
- Membangun sebuah keluarga ……………………………….. Ef 3:15
- Mendewasakan seseorang ……………………………………. Ef 2:15 4:13
- Mempersiapkan seorang mempelai wanit………………. Ef 5:23-33
- Melengkapi/melatih seorang serdadu …………………….. Ef 6:10-18
Jelaslah kitab Efesus menggambarkan mengenai komunitas baru yang dibentuk oleh Kristus sendiri melalui karya di kayu salib. Gambaran gereja sebagai tubuh Kristus mengisyaratkan keberbagaian dalam persekutuan orang percaya dimana kita belajar saling menerima dan saling mendukung, saling membangun satu terhadap yang lain melalui berbagai karunia yang Allah berikan kepada masing-masing orang (1Kor 12, Rm 5). Koordinasi yang baik dan tidak saling menonjolkan diri menggambarkan gereja sebagai tubuh Kristus tunduk kepada Kristus yang adalah kepala tubuh.
Dalam gereja pulalah Allah memberikan pemimpin-pemimpin rohani (Ef 4:13-15) sehingga umat boleh terus bertumbuh dalam pengenalan akan Dia, dan semakin dewasa tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran yang menyesatkan sehingga semakin sempurna dan terus membangun di dalam Dia, bagi kemuliaan-Nya.
Karenanya dinasehatkan agar orang percaya tidak meninggalkan persekutuan Ibr 10:24-25 tetapi saling mengingatkan, saling menguatkan dan saling melayani sesama anggota  Dengan cara demikianlah gereja sebagai individu maupun jemaat boleh terus membangun dirinya dan menjadi berkat bagi sekelilingnya.
4. Mengkritisi peran gereja dalam kehidupan nyata
Wawancara ke gereja untuk mengetahui sejauh mana gereja sebagai suatu organisasi atau lembaga melakukan perannya di tengah masyarakat.
Bikin proyek pribadi, bagaimana sebagai gereja secara individu berperan dalam membangun diri dan orang lain baik di dalam maupun di luar gereja. penilaian kerja sama dengan BK
  5.  Gereja sebagai persekutuan

              Gereja adalah sesuatu yang kongkret dan kelihatan. Ditinjau dari sudut sosiologi ia tidak berbeda dengan lembaga-lembaga lain yang terdapat di dunia ini. Gereja mempunyai anggota-anggota, peraturan-peraturan, pengurus dan lain sebagainya. Akan tetapi, ia tidak sama dengan lembaga-lembaga lain tersebut. Gereja ada di dunia tetapi tidak berasal dari dunia, Gereja ada bukan karena kepentingan orang-orang tetapi karena Allah, Gereja ada untuk melayani Allah dan manusia.  
        Ciri gereja yang benar adalah suatu persekutuan yang di tempatkan Allah di dunia untuk melayani Allah dan manusia. Dalam kerangka persekutuan, Gereja melaksanakan tri tugas gereja yang dipercayakan. Yaitu :
     - Melaksanakan persekutuan (Koinonia), seperti perayaan-peraayan ibadah,
        penggembalaan, mendengar firmanTuhan dan menerima sakramen 

     - Melayani (Diakonia) satu sama lain. Yang dimaksud dengan melayani adalah 
        mewujud-nyatakan kasih Tuhan terhadap sesama.
    - Memberitakan injil/bersaksi (Marturia) Gereja bersaksi melalui seluruh hidupnya baik  
       kepada    Sesama anggota gereja maupun kepada orang-orang di luar gereja


Makalah tentang Scanner

SCANNER









Salam sejahtera bagi kita semua dan tak lupa untuk mengucap syukur atas kasih dan karunia Tuhan Yang Maha Esa .  Berkat  limpahan  dan rahmat-Nya saya  mampu  menyelesaikan  tugas  makalah ini guna memenuhi tugas yang diberikan.
Dalam hal ini saya akan menjelaskan mengenai scanner yang didalamnya menjelaskan berbagai macam tentang scanner.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu pengetahuan pembaca, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa yang akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu, berilah kritik atau saran kepada saya apabila masih ada yang kurang maupun lebih.
Jakarta, 26 Agustus



Bernardus Reinaldo Kristianto










DAFTAR ISI

Kata Pengantar..............................................................................................1
Daftar Isi.........................................................................................................2
Bab I
Pendahuluan..................................................................................................3
I.Latar Belakang..............................................................................................3
II.Rumusan Masalah........................................................................................3
III.Tujuan dan Manfaat...................................................................................3
Bab II Pembahasan.................................................................................................. 4
A.Pengertian Scanner.......................................................................................4
B.Fungsi Scanner.............................................................................................4
C.Macam-macam Scanner................................................................................5
D.Cara Kerja Scanner........................................................................................7
E.Cara Menggunakan Scanner..........................................................................8-9
Bab III
Penutup....................................................................................................... 10
Kesimpulan.....................................................................................................10
Saran...............................................................................................................10

Di era globalisasi ini komputer telah menjadi suatu alat yang terus berkembang dalam memenuhi kebutuhan kerja manusia, terutama untuk seseorang yang berhadapan langsung dengan komputer. Perkembangan computer yang semakin maju pasti diikuti dengan perkembangan komponen – komponen komputernya.
Komponen tersebut pasti memiliki bagian penting yang sudah ada di dalam komputer (isi dari CPU) dan tidak melupakan bagian di luar komputer (alat input output), maka dari itu komputer dapat dikatakan semakin berkembang.
Komponen yang berada di luar computer ikut berperan dalam perkembangan computer tersebut, misalnya saja scanner. Scanner merupakan alat input sekaligus output yang dapat membaca, merekam, dan mengambil informasi yang nantinya akan ditransfer ke komputer. Scanner mengalami kemajuan pada teknologinya, scanner yang berawal dari menggunakan tinta magnetic khusus menjadi menggunakan teknik pencahayaan. Untuk dapat mengembangkan scanner tersebut, para pengguna harus mengetahui awal mula teknologi scanner tersebut, cara kerja dan fungsi scanner, serta mengetahui kelebihan yang ada pada scanner tersebut.

II.     Rumusan Masalah
1.Pengertian scanner
2.Jenis-jenis, cara kerja dan fungsi scanner

III. Tujuan dan Manfaat
1.Untuk lebih mengenal dan memehami pengertian scanner
2.Untuk mengetahui bagaimana langkah- langkah cara kerja dan fungsi scanner
3.Untuk mengetahui bagaimana cara menginstal dan memperbaiki scanner







A.PENGERTIAN SCANNER
Suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung dilihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat diubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar. Scanner  merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen, foto, gelombang, suhu dan lain-lain. Hasil pemindaian itu pada umumnya akan ditransformasikan ke dalam komputer sebagai data digital. Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.

B.FUNGSI SCANNER
Fungsi Scanner adalah membaca, merekam dan mengambil informasi suatu benda baik 2D atau 3D dan menghimpunnya untuk anda dengan berbentuk gambar. Begitu juga dengan Fungsi Scanner Komputer. Berbeda dengan Printer, Scanner hanya bisa mengambil informasi gambar dan menampilkan pada Komputer dan bisa diambil dalam bentuk file data. Jadi jika anda memasukkan foto maka akan menghasilkan foto itu sendiri dalam bentuk digital (gambar dalam komputer), dan jika anda memasukkan benda maka akan menghasilkan gambar itu sendiri.
       Selain scanner untuk gambar, terdapat pula scan yang biasa digunakan untuk mendeteksi lembar jawaban komputer. Scanner yang biasa digunakan untuk melakukan scan lembar jawaban komputer adalah SCAN IR yang biasa digunakan untuk LJK (Lembar Jawaban Komputer) pada ulangan umum dan Ujian Nasional.


C.MACAM-MACAM SCANNER
v  Scanner terbagi menjadi 2 :
1.    Hand-held Scanner Scanner yang cara penggunaannya memakai tangan untuk menscan objek, scanner ini biasanya dipakai pada supermarket yang ada di kasirnya saat pembayaran barang.
2.    Plated Bed Scanner yaitu scanner yang penggunaannya dengan cara meletakkan objek yang akan discan diantara lensa dan cover. Jenis scanner ini banyak di pakai di kantor.
v  Terdapat beberapa jenis scanner berdasarkan kegunaan dan cara kerjanya, antara lain:
1.    Scanner gambar
2.    Scanner barcode
3.    Scanner sinar-X
4.    Scanner cek
5.    Scanner logam
6.    Scanner Optical Mark Reader (OMR)
7.    Scanner 3 Dimensi
Di antara jenis-jenis scanner tersebut, scanner gambar adalah yang paling sering disebut sebagai scanner. Seperti halnya pada scanner OMR, scanner gambar juga dapat digunakan sebagai scanner Lembar Jawaban Komputer (LJK). Agar hal tersebut dapat tercapai, dibutuhkan perangkat lunak dengan teknologi Digital Mark Reader (DMR).
v  Jenis – jenis Scanner Berdasarkan Manfaat Dan Cara Penggunaannya:
   1.Flat bed
download.jpg Jenis ini banyak ditemui karena harga yang relative murah dan cocok untuk pemakaian pribadi. Scanner ini berbentuk persegi panjang, memiliki papan penutup, dan lapisan kaca tempat meletakkan gambar. Cara pengoperasiannya diletakkan secara mendatar.

2.Handheld

download (1).jpg Jenis ini membutuhkan keterampilan yang lebih dari penggunanya. Pengguna dengan tangannya akan menggerakan scanner ini di atas gambar yang akan dibacanya. Karena proses pembacaan data oleh scanner sangat sensitif, maka gambar yang dihasilkan kualitasnya kurang baik, akibat kecepatan gerakan yang tidak rata. Umumnya scanner jenis ini bersifat monochrome, atau tepatnya hanya dapat menghasilkan warna hitam putih saja.
3. Automatic Document Feeder
  download (2).jpg Jenis ini memiliki kelebihan kemudahan dalam penggunaan. Kita dapat meletakkan gambar-gambar yang akan dibaca, selanjutnya alat ini secara otomatis akan mengambil sendiri gambar-gambar tersebut dan membacanya, untuk selanjutnya disimpan sebagai file digital. Harganya sudah tentu lebih mahal dibanding jenis flat bed. Jenis ini memang cocok untuk perkantoran yang memiliki banyak gambar yang akan di-scan.
4.Drum
 download (3).jpg Jenis ini adalah jenis-jenis yang awal dikembangkan . Jenis ini menggunakan photomultiplier tubes (PMT) untuk membaca data gambar. Jenis ini menghasilkan kualitas yang lebih baik di banding jenis lainnya. Namun karena harganya relatif mahal, maka jenis ini sudah tidak banyak digunakan. Banyak orang beralih menggunakan jenis flatbed berkualitas tinggi. Tetapi jenis ini masih tetap digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan kualitas yang baik, seperti museum atau seniman yang akan menyimpan hasil kerja seninya.
D.CARA KERJA SCANNER
Cara kerja scanner, menekan tombol mouse untuk memulai Scanning, yang terjadi adalah :
·         Penekanan tombol mouse dari komputer menggerakkan pengendali kecepatan pada mesin scanner. Mesin yang terletak dalam scanner tersebut mengendalikan proses pengiriman ke unit scanning.
·         Kemudian unit scanning menempatkan proses pengiiman ke tempat atau jalur yang sesuai untuk langsung memulai scanning.
·         Nyala lampu yang terlihat pada Scanner menandakan bahwa kegiatan scanning sudah mulai dilakukan.
·         Setelah nyala lampu sudah tidak ada, berarti proses scan sudah selesai dan hasilnya dapat dilihat pada layar monitor.
·         Apabila hasil atau tampilan teks / gambar ingin dirubah, kita dapat merubahnya dengan menggunakan software-software aplikasi yang ada. Misalnya dengan photoshop, Adobe dan lain- lain. pot scanned
F.CARA MENGGUNAKAN SCANNER
Berikut langkah-langkah menggunakan sncanner :
    1. Pastikan scaner dan komputer dalam kondisi nyala dan terhubung.
     2.Persiapkan dokumen atau gambar yang akan discan.
     3.Buka penutup scaner.
     4.Letakkan dokumen atau gambar pada scaner kemudian tutup kembali scaner.
      5. Pada komputer buka program pengolah foto. Start menu-All Program-photoshop dan jika menggunakan Microtek buka softeware Microtek scan wizard 5 (Start menu-All Program-Microtek-Microtek scan wizard 5).
      6.Untuk sofware Microtek klik preview kemudian sesuaikan hasil scan.
     7.Untuk photoshop klik file-import-Microtek. Jika menggunakan   f380 All in one klik file-import-F300 twain kemudian klik preview untuk melihat preview, sesuaikan hasil scan.
     8.Untuk Microtek klik scan tunggu beberapa saat maka akan meminta informasi untuk menyimpan. Simpan hasil ditempat yang diinginkan.
     9.Untuk photoshop ketika anda klik scan maka secara otomatis hasil akan tampil dilayar photoshop anda dapat melakukan edit untuk kemudian disimpan.
     10.Proses scan selesai


















BAB III 
PENUTUP

A.  Kesimpulan

Teknologi Scanner kini semakin dikembangkan dan dapat dikatakan telah mencapai taraf kecanggihan yang cukup tinggi. Kemajuan alat tersebut dapat dilihat dari jenis-jenis scanner yang bertambah banyak untuk membantu pekerjaan-pekerjaan di berbagai bidang.
Jenis jenis dari alat yang canggih tersebut pasti memiliki cara kerja dan fungsi yang berbeda-beda, hal tersebut terjadi karena scanner-scanner tersebut di ciptakan untuk bidang-bidang pekerjaan yang berbeda, maka dari itu disesuaikan pula kegunaan scanner dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang menggunakannya.

B.  Saran

Bagi siswa SMA/SMK jangan sampai kita tertinggal oleh perkembangan teknologi, karena pada masa modern kali ini perkembangan teknologi sangat pesat. Khususnya mengenai alat scanner, belajarlah cara penggunaanya agar kita lebih mengetahui tata cara yang tepat untuk menggunakan mesin scanner dengan benar dan sesuai dengan prosedur yang tepat. Dan diaharapkan setelah ini siswa SMA/SMK mampu mengoperasikan sendiri mesin-mesin elektronik terutama pada mesin scanner tanpa bergantung pada kemampuan orang lain.